Sabtu, Maret 04, 2006
Makna Surat An Naziaat: Malaikat-malaikat Pencabut Nyawa
Oleh : Dr. Amir Faishol Fath
Disebut dengan An Naziaat, karena dimulai dengan ungkapan tersebut, artinya para malaikat yang mencabut nyawa anak-anak Adam. Adapun hubungan surat An Naziaat dengan surat An Naba' sebelumnya adalah kesamaan tema di mana masing-masing sama-sama menegaskan akan terjadinya hari kebangkitan (Kiamat) sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Ringkasan surat An Naziaat sebagai berikut:
1. (ayat:1-5) Pembukaan, di dalamnya Allah bersumpah dengan: (a) Malaikat yang mencabut ruh orang-orang kafir dengan keras, membuat orang-orang kafir itu tersiksa dan merasa sakit. (b) Malaikat yang mencabut nyawa orang-orang mukmin dengan lembut (c) Malaikat yang turun dari langit dengan cepat mendahului ruh-ruh orang mukmin menuju surga(d) Malaikat yang mengatur segala sesuatu untuk memenuhi kebutuhan penduduk bumi.
2. (ayat: 6-14) Allah menegaskan dengan sumpahnya bahwa Hari Kiamat pasti terjadi, dibuka dengan tiupan sangkakala, dan pada saat itu orang-orang kafir ketakutan, mereka menyesal mengapa selama di dunia tidak mentaati Allah. Mereka merasa rugi, telah membuang-buang waktu dalam pekerjaan tidak ada gunanya.
3. (ayat: 15-26) Allah menghibur Rasulullah dengan kisah Nabi Musa saat menghadapi Firaun. Supaya hatinya tidak sedih ketika melihat orang-orang Kafir Makkah tidak beriman dan mendustakan risalahnya. Pada kesempatan ini seakan Allah berfirman: Wahai Muhammad bukan hanya kamu yang ditolak dan dilawan oleh orang-orang kafir, Musa dulu juga pernah dilawan oleh Fir'aun. Dan Fir'aun perlawanannya lebih sadis lagi, karena tingkat kekafirannya telah mencapai puncak, perhatikan ia berkata " Aku Tuhanmu yang paling tinggi". Kisah ini juga bekal bagi para penerus perjuangan Rasulullah di setiap tempat dan zaman, sehingga ia tidak merasa sedih saat menghadapi tantangan.
4. (ayat: 27-33) Allah menyebutkan bukti-bukti kekuasaannya, agar tidak muncul lagi pribadi seperti Fir'aun yang mengingkari kebenaran. Dalam hal ini Allah menantang: buktikan mana lebih sulit menciptakan langit atau menciptakan kamu? Siapa yang mengangkat langit seluas ini tanpa tiang? Siapa yang mendatangkan malam dan siang? Seandainya semuanya malam apa yang akan terjadi pada kamu? Begitu juga sebaliknya? Siapa yang membuat bumi menghampar? Membuat gunung sebagai pasak sehingga bumi ini tegak dengan seimbang? Memancarkan air dan lain sebagainya? Siapa? Ayo jawab kamu atau Aku? Masihkah kau akan sombong? Merasa bisa segalanya. Lalu tidak mau beriman kapadaKu? Masihkah tidak percaya atas kemampuanku untuk membangkitkan kamu kembali setelah mati?
5. (ayat: 34-41) Allah menggambarkan bagaimana keadaan manusia pada saat Hari Kiamat tiba: Pada waktu itu manusia mulai mengingat masa lalunya ketika api neraka benar-benat ditampakkan didepan hidungnya. Masing-masing mulai siap-siap mempertanggungjawabkan sekecil apapun yang pernah ia lakukan selama di dunia. Sebab ternyata semua amal terdaftar secara rapi. Tidak ada amal sekecil atom atau lebih kecil lagi (baca: dzarrah) yang terlewatkan. Lalu Allah membagi manusia dua golongan: (a) golongan orang-orang yang dulunya tidak mau ikut ajaran Allah, tunduk pada hawa nafsu dan kepentingan dunia, mereka itu ahli neraka Jahim (b) golongan orang-orang yang dulunya taat kepada Allah dan menahan hawa nafsunya dari perbuatan maksiat, mereka itu penduduk surga.
6. (ayat: 42-46) Allah menutup surat ini dengan kisah perbuatan orang kafir Makkah yang mengejek Rasulullah dengan bertanya-tanya kapan Muhammad Hari kiamat yang kau janjikan akan terjadi? (Mirip dengan pembukaan surat An Naba'). Tapi Allah segera mengajarkan Rasulullah: wahai Muhammad itu bukan tugasmu menjawab mengenai waktu Kiamat, karena hanya Aku yang tahu. Tugasmu hanya menyampaikan risalah dan ajaran dariKu supaya mereka tahu bahwa Kiamat pasti dan pasti terjadi dalam sekejap dan dalam waktu yang sangat singkat, seperti perubahan dari waktu siang ke malam hari.
========================================
Terima kasih Sahabat ku YAYA, Engkau telah mengingatkan Aku lagi Tentang Kepastian ini. Aku tidak tahu,apakah 10 detik lagi aku masih hidup atau 10 tahun lagi. Jadi aku mencoba untuk bersiap-siap diri ketika gilirannya tiba.
Selamat Istirahat ya YAYA....
Aku akan selalu mendo'akan mu di setiap Sholat ku..
Disebut dengan An Naziaat, karena dimulai dengan ungkapan tersebut, artinya para malaikat yang mencabut nyawa anak-anak Adam. Adapun hubungan surat An Naziaat dengan surat An Naba' sebelumnya adalah kesamaan tema di mana masing-masing sama-sama menegaskan akan terjadinya hari kebangkitan (Kiamat) sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Ringkasan surat An Naziaat sebagai berikut:
1. (ayat:1-5) Pembukaan, di dalamnya Allah bersumpah dengan: (a) Malaikat yang mencabut ruh orang-orang kafir dengan keras, membuat orang-orang kafir itu tersiksa dan merasa sakit. (b) Malaikat yang mencabut nyawa orang-orang mukmin dengan lembut (c) Malaikat yang turun dari langit dengan cepat mendahului ruh-ruh orang mukmin menuju surga(d) Malaikat yang mengatur segala sesuatu untuk memenuhi kebutuhan penduduk bumi.
2. (ayat: 6-14) Allah menegaskan dengan sumpahnya bahwa Hari Kiamat pasti terjadi, dibuka dengan tiupan sangkakala, dan pada saat itu orang-orang kafir ketakutan, mereka menyesal mengapa selama di dunia tidak mentaati Allah. Mereka merasa rugi, telah membuang-buang waktu dalam pekerjaan tidak ada gunanya.
3. (ayat: 15-26) Allah menghibur Rasulullah dengan kisah Nabi Musa saat menghadapi Firaun. Supaya hatinya tidak sedih ketika melihat orang-orang Kafir Makkah tidak beriman dan mendustakan risalahnya. Pada kesempatan ini seakan Allah berfirman: Wahai Muhammad bukan hanya kamu yang ditolak dan dilawan oleh orang-orang kafir, Musa dulu juga pernah dilawan oleh Fir'aun. Dan Fir'aun perlawanannya lebih sadis lagi, karena tingkat kekafirannya telah mencapai puncak, perhatikan ia berkata " Aku Tuhanmu yang paling tinggi". Kisah ini juga bekal bagi para penerus perjuangan Rasulullah di setiap tempat dan zaman, sehingga ia tidak merasa sedih saat menghadapi tantangan.
4. (ayat: 27-33) Allah menyebutkan bukti-bukti kekuasaannya, agar tidak muncul lagi pribadi seperti Fir'aun yang mengingkari kebenaran. Dalam hal ini Allah menantang: buktikan mana lebih sulit menciptakan langit atau menciptakan kamu? Siapa yang mengangkat langit seluas ini tanpa tiang? Siapa yang mendatangkan malam dan siang? Seandainya semuanya malam apa yang akan terjadi pada kamu? Begitu juga sebaliknya? Siapa yang membuat bumi menghampar? Membuat gunung sebagai pasak sehingga bumi ini tegak dengan seimbang? Memancarkan air dan lain sebagainya? Siapa? Ayo jawab kamu atau Aku? Masihkah kau akan sombong? Merasa bisa segalanya. Lalu tidak mau beriman kapadaKu? Masihkah tidak percaya atas kemampuanku untuk membangkitkan kamu kembali setelah mati?
5. (ayat: 34-41) Allah menggambarkan bagaimana keadaan manusia pada saat Hari Kiamat tiba: Pada waktu itu manusia mulai mengingat masa lalunya ketika api neraka benar-benat ditampakkan didepan hidungnya. Masing-masing mulai siap-siap mempertanggungjawabkan sekecil apapun yang pernah ia lakukan selama di dunia. Sebab ternyata semua amal terdaftar secara rapi. Tidak ada amal sekecil atom atau lebih kecil lagi (baca: dzarrah) yang terlewatkan. Lalu Allah membagi manusia dua golongan: (a) golongan orang-orang yang dulunya tidak mau ikut ajaran Allah, tunduk pada hawa nafsu dan kepentingan dunia, mereka itu ahli neraka Jahim (b) golongan orang-orang yang dulunya taat kepada Allah dan menahan hawa nafsunya dari perbuatan maksiat, mereka itu penduduk surga.
6. (ayat: 42-46) Allah menutup surat ini dengan kisah perbuatan orang kafir Makkah yang mengejek Rasulullah dengan bertanya-tanya kapan Muhammad Hari kiamat yang kau janjikan akan terjadi? (Mirip dengan pembukaan surat An Naba'). Tapi Allah segera mengajarkan Rasulullah: wahai Muhammad itu bukan tugasmu menjawab mengenai waktu Kiamat, karena hanya Aku yang tahu. Tugasmu hanya menyampaikan risalah dan ajaran dariKu supaya mereka tahu bahwa Kiamat pasti dan pasti terjadi dalam sekejap dan dalam waktu yang sangat singkat, seperti perubahan dari waktu siang ke malam hari.
========================================
Terima kasih Sahabat ku YAYA, Engkau telah mengingatkan Aku lagi Tentang Kepastian ini. Aku tidak tahu,apakah 10 detik lagi aku masih hidup atau 10 tahun lagi. Jadi aku mencoba untuk bersiap-siap diri ketika gilirannya tiba.
Selamat Istirahat ya YAYA....
Aku akan selalu mendo'akan mu di setiap Sholat ku..
Jumat, Maret 03, 2006
FASILKOM vs MUSMA ???
Sebuah keanehan terjadi hari kemarin, pertama dalam sejarah pergerakan mahasiswa (emang ada???) Fasilkom. Sebuah perhelatan akbar baru saja di mulai, sebuah usaha untuk memperbaiki pergerakan mahasiswa di Fasilkom, Iya Musyawarah Mahasiswa (MUSMA) FASILKOM UI yang PERTAMA.
Keanehan ???
Hm...antara aneh atau tidak sih.Bukannya pesimis atau mengecilkan panitia, tetapi sbuah kenyataan yang tidak bisa ditampik lagi. Image Tentang Fasilkom telah di ketahui oleh semua mahasiswa UI, Mahasiswa Fasilkom UI terkenal dengan "Studie Oriented" nya. Mahasiswa Fasilkom adalah manusia-manusia LAB, jarang berinteraksi, jangan berbicara, jarang bersosialisasi dengan Fakultas lainnya. Itu semua memang benar, atau dengan perkataan yang jelek, tidak pernah ada pergerakan mahasiswa di Fasilkom, Stigma negatif tentang demonstrasi dan aksi melekat dalam sanubari mereka. Aneh... Karena sedang terjadi aktivitas yang ber-kontradiksi dengan karakteristik mahasiswa Fasilkom.Sebuah perjuangan yang harus tetap dipertahankan di tengah kondisi yang tidak memungkinkan...
Tetapi Awalan itu telah di mulai dengan sukses (menurut ku), ya... walau di hadiri kurang dari 20 orang, aku pikir sudah cukup sukses.Ibarat seorang bayi yang baru belajar jalan, pasti akan merasakn jatuh-bangun ataupun tertatih-tatih. Itu juga yang akan terjadi dengan MUSMA FASILKOM. Hari pertama sudah terlihat keter-tahinnya itu, seperti masih ada orang yang berfikir kalau berdiskusi itu kalau berdialegtika itu kalau berdebat itu membuang-buang banyak waktu, dan terasa di buat-buat.Secara pribadi saya sedikit tersenyum, ya...wajar lah mereka belum merasakan gimana sih dalam lembaga kemahasiswaan, itu bukan salah mereka, tetapi mereka sendiri tidak mau belajar dari sarana yang sudah ada. Tapi ada yang lucu setelah MUSMA kemarin, Ada seseorang yang sms aku kalau ada peserta lain yang kecewa dengan rekayasa politik yang aku buat .. Zing... Rekayasa politik ??? Kecewa ??? Masa situasi kayak gitu sudah membuat orang kecewa, masa di hari pertama MUSMA sudah ada yang kecewa, Bagaimana kalau orang tersebut ikut MUSMA UI yang lebih ganas dibandingkan MUSMA FASILKOM ??? Tetapi bagi ku itu bukan salah dia, melainkan memang kondisi FASILKOM yang belum bisa menerima cara ber-dialegtika seperti itu. Secara keselurahan, bisa dikatakan berhasil, dengan bolong disana-sini dan rapat musma yang hanya 2 Jam sehari dan dari hari selasa sampai kamis.
Ya... Sebuah awalan yang cukup lah bagi Fakultas yang tidak pernah bergelut di dalam bidang kemahasiswaan. Semoga dalam acara MUSMA berikutnya bisa lebih menarik, tidak ada lagi orang yang mudah terkecewakan, dan mudah-mudah Ga' Sepi alias ada orangnya. Selamat berjuang teman-teman !
HIDUP MAHASISWA !!!
HIDUP RAKYAT INDONESIA
Keanehan ???
Hm...antara aneh atau tidak sih.Bukannya pesimis atau mengecilkan panitia, tetapi sbuah kenyataan yang tidak bisa ditampik lagi. Image Tentang Fasilkom telah di ketahui oleh semua mahasiswa UI, Mahasiswa Fasilkom UI terkenal dengan "Studie Oriented" nya. Mahasiswa Fasilkom adalah manusia-manusia LAB, jarang berinteraksi, jangan berbicara, jarang bersosialisasi dengan Fakultas lainnya. Itu semua memang benar, atau dengan perkataan yang jelek, tidak pernah ada pergerakan mahasiswa di Fasilkom, Stigma negatif tentang demonstrasi dan aksi melekat dalam sanubari mereka. Aneh... Karena sedang terjadi aktivitas yang ber-kontradiksi dengan karakteristik mahasiswa Fasilkom.Sebuah perjuangan yang harus tetap dipertahankan di tengah kondisi yang tidak memungkinkan...
Tetapi Awalan itu telah di mulai dengan sukses (menurut ku), ya... walau di hadiri kurang dari 20 orang, aku pikir sudah cukup sukses.Ibarat seorang bayi yang baru belajar jalan, pasti akan merasakn jatuh-bangun ataupun tertatih-tatih. Itu juga yang akan terjadi dengan MUSMA FASILKOM. Hari pertama sudah terlihat keter-tahinnya itu, seperti masih ada orang yang berfikir kalau berdiskusi itu kalau berdialegtika itu kalau berdebat itu membuang-buang banyak waktu, dan terasa di buat-buat.Secara pribadi saya sedikit tersenyum, ya...wajar lah mereka belum merasakan gimana sih dalam lembaga kemahasiswaan, itu bukan salah mereka, tetapi mereka sendiri tidak mau belajar dari sarana yang sudah ada. Tapi ada yang lucu setelah MUSMA kemarin, Ada seseorang yang sms aku kalau ada peserta lain yang kecewa dengan rekayasa politik yang aku buat .. Zing... Rekayasa politik ??? Kecewa ??? Masa situasi kayak gitu sudah membuat orang kecewa, masa di hari pertama MUSMA sudah ada yang kecewa, Bagaimana kalau orang tersebut ikut MUSMA UI yang lebih ganas dibandingkan MUSMA FASILKOM ??? Tetapi bagi ku itu bukan salah dia, melainkan memang kondisi FASILKOM yang belum bisa menerima cara ber-dialegtika seperti itu. Secara keselurahan, bisa dikatakan berhasil, dengan bolong disana-sini dan rapat musma yang hanya 2 Jam sehari dan dari hari selasa sampai kamis.
Ya... Sebuah awalan yang cukup lah bagi Fakultas yang tidak pernah bergelut di dalam bidang kemahasiswaan. Semoga dalam acara MUSMA berikutnya bisa lebih menarik, tidak ada lagi orang yang mudah terkecewakan, dan mudah-mudah Ga' Sepi alias ada orangnya. Selamat berjuang teman-teman !
HIDUP MAHASISWA !!!
HIDUP RAKYAT INDONESIA
Kamis, Maret 02, 2006
TERIMA KASIH YAYA
Setiap kejadian haruslah bisa di ambil Ibrohnya.
Mulai Hari senin lalu hidup ku berubah drastis, Aku mulai kembali lagi mencari CINTA-NYA, Setelah sekian lama aku telah dibutakan oleh kehidupan dunia. Terasa berbeda sekali minggu ini, diri ku yang dulu sering ceplas-ceplos, yang sering berci-cilan, yang sering sholatnya tidak tepat waktu, yang jarang sering bangun malam, yang jarang sekali mengerjakan yang shunah.
Minggu ini aku berbeda, Aku mulai ingin kembali lagi. Aku saat ini mencoba untuk lebih sedikit menahan dalam berbicara, aku tidak mau ceplos-ceplos lagi. Ketika aku mencoba berfikir tentang ini, aku sadar karena ibroh yang aku dapatkan dari SYAHID nya Sahabatku YAYA.
Dan akupun mulai bertekad dari sekarang, untuk merubah keberukan ku semuanya ini, karena ada hikmah yang aku dapatkan, Aku harus menyiapkan KEMATIAN ku dengan sebaik-baiknya. Aku ingin sekali meninggalkan Dunia ini seperti YAYA, Dalam berjuang di Agama-NYA. Aku takut sekali jika aku meninggal dalam keadaan keadaan belum sholat, dalam keadaan melakukan maksyiat (Sungguh aku akan menjadi mayat yang najis jika dalam keadan itu).
Hari ini aku pun merasa ada yang lain, ketika tadi pagi berangkat ke kampus, ketika naik kendaraan 112. Kendaraan yang aku naiki itu membawa diri ku ugal-ugalan dan super ngubet. Yang biasanya aku nge-dumel sama sopir dan mau marah aja ketika macet di lampu merah cibubur, tetapi hari ini aku merasa hati ku meng-ikhlaskan semuanya, ketika ngebut, hati kecil ku mengucapkan "...aku ikhlas jika meninggal saat ini....", aku kaget dengan perasaan itu. tetapi timbangan amalan ku masih jomplang ke kiri. Ya 4JJI berikan lah aku kesempatan untuk bisa mendulang rahmat-MU di alam fana ini.
DAN...
Tempatkanlah Sahabat ku YAYA dalam posisi yang terbaik ya 4JJI....
Ringankanlah dalam penghisabannya
Terima kasih 4JJI...
Untuk YAYA,
Terima kasih, engkau telah memberikan ibroh bagi ku
TERIMA KASIH YAYA....
Aku akan selalu mendo'akan mu...
Selamat Istirahat ya YAYA...
Semoga KITA dapat bertemu lagi di SANA
=====================================
Teruntuk Sahabatku SITI FATIHATUL ALIYAH (YAYA/LIA)
Mulai Hari senin lalu hidup ku berubah drastis, Aku mulai kembali lagi mencari CINTA-NYA, Setelah sekian lama aku telah dibutakan oleh kehidupan dunia. Terasa berbeda sekali minggu ini, diri ku yang dulu sering ceplas-ceplos, yang sering berci-cilan, yang sering sholatnya tidak tepat waktu, yang jarang sering bangun malam, yang jarang sekali mengerjakan yang shunah.
Minggu ini aku berbeda, Aku mulai ingin kembali lagi. Aku saat ini mencoba untuk lebih sedikit menahan dalam berbicara, aku tidak mau ceplos-ceplos lagi. Ketika aku mencoba berfikir tentang ini, aku sadar karena ibroh yang aku dapatkan dari SYAHID nya Sahabatku YAYA.
Dan akupun mulai bertekad dari sekarang, untuk merubah keberukan ku semuanya ini, karena ada hikmah yang aku dapatkan, Aku harus menyiapkan KEMATIAN ku dengan sebaik-baiknya. Aku ingin sekali meninggalkan Dunia ini seperti YAYA, Dalam berjuang di Agama-NYA. Aku takut sekali jika aku meninggal dalam keadaan keadaan belum sholat, dalam keadaan melakukan maksyiat (Sungguh aku akan menjadi mayat yang najis jika dalam keadan itu).
Hari ini aku pun merasa ada yang lain, ketika tadi pagi berangkat ke kampus, ketika naik kendaraan 112. Kendaraan yang aku naiki itu membawa diri ku ugal-ugalan dan super ngubet. Yang biasanya aku nge-dumel sama sopir dan mau marah aja ketika macet di lampu merah cibubur, tetapi hari ini aku merasa hati ku meng-ikhlaskan semuanya, ketika ngebut, hati kecil ku mengucapkan "...aku ikhlas jika meninggal saat ini....", aku kaget dengan perasaan itu. tetapi timbangan amalan ku masih jomplang ke kiri. Ya 4JJI berikan lah aku kesempatan untuk bisa mendulang rahmat-MU di alam fana ini.
DAN...
Tempatkanlah Sahabat ku YAYA dalam posisi yang terbaik ya 4JJI....
Ringankanlah dalam penghisabannya
Terima kasih 4JJI...
Untuk YAYA,
Terima kasih, engkau telah memberikan ibroh bagi ku
TERIMA KASIH YAYA....
Aku akan selalu mendo'akan mu...
Selamat Istirahat ya YAYA...
Semoga KITA dapat bertemu lagi di SANA
=====================================
Teruntuk Sahabatku SITI FATIHATUL ALIYAH (YAYA/LIA)
Senin, Februari 27, 2006
Untuk Sahabatku YAYA
Saat ini,
Kami tanggalkan jaket perjuangan kami
Untuk sementara waktu
Bukan untuk selama-lamanya
Kami ingin beristrihat sebentar
Bukan selamanya…
Kami ingin mengantar seorang pejuang
Sahabat kami yang telah berjuang
Dengan Senyum & Kebanggaan
Bukan dengan Isak Tangisan
Kami Bangga kepada mu…
Karena engkau bagian dari kami
Kami Tersenyum kepada mu…
Karena engkau mendapatkan Syahid mu…
Kami akan selalu ingat ceria mu…
Kami akan selalu ingat senyum mu…
Kami akan selalu ingat semangat baja mu…
Kami akan selalu mencintai mu
Selamat Jalan Sahabat Kami
Selamat Bertemu dengan Kekasih mu
Perjuangan mu tidak akan berhenti disini
Kami akan meneruskan perjuangan mu
Untuk Tuhan, Bangsa & Almamater
HIDUP MAHASISWA !!!
HIDUP RAKYAT INDONESIA !!!
Untuk Sahabat Kami yang Kami Cintai :
SITI FATIHATUL ALIYAH
( Lia / Yaya )
-Koordinator Divisi Pusat Kajian & Jaringan Data Departemen.KASTRAT Senat Mahasiswa Fasilkom UI-
Kami tanggalkan jaket perjuangan kami
Untuk sementara waktu
Bukan untuk selama-lamanya
Kami ingin beristrihat sebentar
Bukan selamanya…
Kami ingin mengantar seorang pejuang
Sahabat kami yang telah berjuang
Dengan Senyum & Kebanggaan
Bukan dengan Isak Tangisan
Kami Bangga kepada mu…
Karena engkau bagian dari kami
Kami Tersenyum kepada mu…
Karena engkau mendapatkan Syahid mu…
Kami akan selalu ingat ceria mu…
Kami akan selalu ingat senyum mu…
Kami akan selalu ingat semangat baja mu…
Kami akan selalu mencintai mu
Selamat Jalan Sahabat Kami
Selamat Bertemu dengan Kekasih mu
Perjuangan mu tidak akan berhenti disini
Kami akan meneruskan perjuangan mu
Untuk Tuhan, Bangsa & Almamater
HIDUP MAHASISWA !!!
HIDUP RAKYAT INDONESIA !!!
Untuk Sahabat Kami yang Kami Cintai :
SITI FATIHATUL ALIYAH
( Lia / Yaya )
-Koordinator Divisi Pusat Kajian & Jaringan Data Departemen.KASTRAT Senat Mahasiswa Fasilkom UI-
Mengenang Sahabatku SITI FATIHATUL ALIYAH (YAYA/LIA)
Hari minggu telah menjadi hari kelabu bagi diri ini, seorang sahabatku telah terlebih dahulu meninggalkan aku dan teman-temannya untuk menghadap kekasihnya.
Aku ingat ketika hari kamis lalu, kami masih bersanda gurau. Bercerita tentang kesiapannya untuk ikut suatu acara, namun aku tidak tahu itu akan menjadi pertemuan ku yang terakhir dengannya. Hari Rabu aku masih ingat, Dia walaupun dalam keadaan sakit masih tetap menjalankan proker yang aku bebankan kepadanya, Hari Rabu terbitlah Newslette Kastrat Edisi perdana, Aku tidak tahu kalau itu akan menjadi Newsletter pertama dan terakhir yang Dia buat.
Yaya aku sebut namanya, Dia adalah Staf ku di Departemen Kastrat Senat Fasilkom. Dia sangat berbeda dengan anggota-anggota lainnya, iya… Dia adalah anggota Kastrat yang paling semangat yang pernah aku temui, walaupun yaya sakit, walaupun yaya tidak bisa pergi ke kampus, yaya masih tetap bisa mengerjakan prokernya. Yaya… Maafin yudi yach....
Melalui tulisan ini aku ingin mengingatmu….
Tahun 2004, ketika penerimaan mahasiswa baru (PMB) tertulis nama Siti Fatihatul Aliyah, Aku tidak mengenal awalnya. Lalu selama tahun pertama Yaya, aku tidak begitu kenal dengan yaya, hanya bertegur sapa dan kalau ketemu paling di dalam suatu rapat. Ketika tahun kedua, ketika open rekrutmen senat Fasilkom, tertulis nama dia dalam deretan calon Kastrat, Al-hasil Yaya diterima di Kastrat. Mulai dari sini aku mengenalnya, Melalui rapat-rapat dan lainnya. Aku tidak menyangka ternyata yaya ini seorang wanita yang kuat, bayangkan ketika outbond senat, beliau sanggup berjalan dari villa sampai air terjun yang jalannya sangat terjal tanpa lelah dan sampai disana mengalahkan rekan prianya, begitu juga ketika turun, dia sanggup turun pada posisi terakhir tetapi sampai di villa dia yang pertama sampai. Aku Bangga kepada mu Yaya… Yaya, masih ingatkah ketika kita KASTRAT di Foto depan Villa sambil mengepalkan tangan ke atas, itu adalah foto terkomplit KASTRAT ( eh gak dech, waktu itu gak ada rissa)
Teringat lagi aku ketika Yaya menjadi PO ( Ketua Panitia ) Diskusi Sospol tentang Kontraversi kenaikan harga BBM, aku masih bisa melihat yaya duduk di bangku belakang sambil mendengarkan ceramah dan teringat pula aku ketika dia berpapasan dengan aku ketika ingin membeli kue-kue untuk pembicara tersebut, seorang ketua panitia yang mau turun kelapangan untuk beli kue juga. Aku Bangga kepada mu Yaya…
Aku masih ingat tulisan mu tentang ucapan terimakasih kepada dekanat fasilkom ui atas kerjasamanya dalam proses advokasi mahasiswa baru. Di saat lain Aku ingat ketika kita Krida di Waroeng Steak, ketika kita saling sharing, ketika kita saling berkenalan lebih dalam sesama KASTRAT.
Dan yang masih aku ingat adalah hari rabu dua minggu lalu engkau menagih-nagih aku buka yang ingin aku pinjam kan, tetapi akhirnya aku ingat juga, Maaf jika lama memberikan bukunya.
Namun, ketika kemarin lusa aku mendengar engkau hanyut dan belum ditemukan, aku bingung dan bimbang, Yaya? Staf KASTRAT ku? Yaya yang 2004 itu? Kemarinnya diberitahu kalau YAYA Sahabatku telah meninggal dengan Syahid.
Inna Ilahi Wa Inna Ilaihi Rojiun…
Yaya, Aku rela akan kepergian mu…
Teman-teman kastrat akan meneruskan perjuangan mu sampai tutup usia kami.
Selamat Jalan Yaya
Selamat bertemu dengan Kekasih mu disana
Do’a Kami menyertai mu……
Aku ingat ketika hari kamis lalu, kami masih bersanda gurau. Bercerita tentang kesiapannya untuk ikut suatu acara, namun aku tidak tahu itu akan menjadi pertemuan ku yang terakhir dengannya. Hari Rabu aku masih ingat, Dia walaupun dalam keadaan sakit masih tetap menjalankan proker yang aku bebankan kepadanya, Hari Rabu terbitlah Newslette Kastrat Edisi perdana, Aku tidak tahu kalau itu akan menjadi Newsletter pertama dan terakhir yang Dia buat.
Yaya aku sebut namanya, Dia adalah Staf ku di Departemen Kastrat Senat Fasilkom. Dia sangat berbeda dengan anggota-anggota lainnya, iya… Dia adalah anggota Kastrat yang paling semangat yang pernah aku temui, walaupun yaya sakit, walaupun yaya tidak bisa pergi ke kampus, yaya masih tetap bisa mengerjakan prokernya. Yaya… Maafin yudi yach....
Melalui tulisan ini aku ingin mengingatmu….
Tahun 2004, ketika penerimaan mahasiswa baru (PMB) tertulis nama Siti Fatihatul Aliyah, Aku tidak mengenal awalnya. Lalu selama tahun pertama Yaya, aku tidak begitu kenal dengan yaya, hanya bertegur sapa dan kalau ketemu paling di dalam suatu rapat. Ketika tahun kedua, ketika open rekrutmen senat Fasilkom, tertulis nama dia dalam deretan calon Kastrat, Al-hasil Yaya diterima di Kastrat. Mulai dari sini aku mengenalnya, Melalui rapat-rapat dan lainnya. Aku tidak menyangka ternyata yaya ini seorang wanita yang kuat, bayangkan ketika outbond senat, beliau sanggup berjalan dari villa sampai air terjun yang jalannya sangat terjal tanpa lelah dan sampai disana mengalahkan rekan prianya, begitu juga ketika turun, dia sanggup turun pada posisi terakhir tetapi sampai di villa dia yang pertama sampai. Aku Bangga kepada mu Yaya… Yaya, masih ingatkah ketika kita KASTRAT di Foto depan Villa sambil mengepalkan tangan ke atas, itu adalah foto terkomplit KASTRAT ( eh gak dech, waktu itu gak ada rissa)
Teringat lagi aku ketika Yaya menjadi PO ( Ketua Panitia ) Diskusi Sospol tentang Kontraversi kenaikan harga BBM, aku masih bisa melihat yaya duduk di bangku belakang sambil mendengarkan ceramah dan teringat pula aku ketika dia berpapasan dengan aku ketika ingin membeli kue-kue untuk pembicara tersebut, seorang ketua panitia yang mau turun kelapangan untuk beli kue juga. Aku Bangga kepada mu Yaya…
Aku masih ingat tulisan mu tentang ucapan terimakasih kepada dekanat fasilkom ui atas kerjasamanya dalam proses advokasi mahasiswa baru. Di saat lain Aku ingat ketika kita Krida di Waroeng Steak, ketika kita saling sharing, ketika kita saling berkenalan lebih dalam sesama KASTRAT.
Dan yang masih aku ingat adalah hari rabu dua minggu lalu engkau menagih-nagih aku buka yang ingin aku pinjam kan, tetapi akhirnya aku ingat juga, Maaf jika lama memberikan bukunya.
Namun, ketika kemarin lusa aku mendengar engkau hanyut dan belum ditemukan, aku bingung dan bimbang, Yaya? Staf KASTRAT ku? Yaya yang 2004 itu? Kemarinnya diberitahu kalau YAYA Sahabatku telah meninggal dengan Syahid.
Inna Ilahi Wa Inna Ilaihi Rojiun…
Yaya, Aku rela akan kepergian mu…
Teman-teman kastrat akan meneruskan perjuangan mu sampai tutup usia kami.
Selamat Jalan Yaya
Selamat bertemu dengan Kekasih mu disana
Do’a Kami menyertai mu……
Kamis, Februari 23, 2006
KATAKAN “TIDAK” UNTUK KENAIKAN TDL
KATAKAN “TIDAK” UNTUK KENAIKAN TDL
Listrik adalah sebuah alat vital bagi suatu Negara pada zaman modern ini, tanpa listrik pada zaman ini maka kita akan mengalami keterbelakangan teknologi yang akan membawa kita ke zaman purb kala lagi. Listrik adalah konsumsi seluruh manusia, tidak hanya konsumsi orang-orang kaya saja tetapi kaum miskin memerlukannya, bayangkan jika dunia ini tidak ada listrik ! Iya itu adalah sebuah awalan pengertian yang berusaha menjelaskan bahwa listrik itu kebutuhan umat manusia. Dan hari ini, kita telah mendengar bahwa perusahaan listrik Negara (PLN) akan menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) sekitar 20% - 100% untuk industri. Ada apa sebenarnya?
Sungguh bertubi-tubi tamparan yang diberikan kepada rakyat Indonesia oleh presiden terpilihnya. Setelah menaikkan harga BBM dengan sadis nya tanpa melihat kondisi rakyatnya, dengan dalih kenaikan harga BBM juga PLN berencana menaikkan TDL. Satu hal yang kita catat, dampak kenaikan BBM masih terus bergulir dan sekarang sedang mengarah ke PLN. Kronologisnya setelah minggu lalu saya mendatangi DPR adalah pada tahun ini PLN menaikkan permintaan subsidi dari pemerintah sebesar 35 Triliun, namun yang disepakati oleh DPR hanyalah 15 Triliun dengn 2 triliun lagi cadangan, dan sisanya itulah yang 18 Triliun yang dipermasalahkan sehingga dengan alasan untuk menutupi yang 18 Triliun itu, PLN ingin rakyat yang menanggungnya, sebuah kekeliruan besar. Iya sebuah kekeliruan besar jika kita berlogika, alasan kenaikan anggaran karena PLN menangguh biaya lebih untuk tenaga pembangkitnya yang sampai saat ini menggunakan BBM yang di akibatkan kenaikan BBM oleh pemerintah, sebuah kekeliruan besar jika dampak dari suatu keputusan pemerintah harus dibebankan lagi kepada rakyat, seharusnya pemerintahlah yang menanggung semua dampak kenaikan BBM itu.
Respons terhadap kenaikan TDL pun langsung meluncur dari komunitas masyarakat tidak terkecuali Kadin ( kamar dagang Indonesia ) yang menolak mentah-mentah kenaikan TDL, karena setelah banyaknya perusahaan kecil menengah yang guling tikar akibat BBM maka akan banyak lagi perusahaan-perusahaan yang akan memecat karyawannya akibat kenaikan TDL,berdasarkan hitung-hitung dari ekonom Bung Iksan, Bakal terjadi kehancuran ekonomi jika pemerintah menaikkan TDL, jika pada kenaikan BBM menyebabkan kenaikan inflasi sebesar 0,8 %, maka kenaikan TDL bisa menaikkan inflasi sebesar 3%, sungguh keputusan yang salah jika sampai menaikkan TDL.
Bukan tanpa solusi,mari kita mencari solusi untuk PLN ini. Berdasarkan info dari detik.com, pemerintah sedang melakukan pemercepatan pembayaran hutang “ monster IMF” dari yang direncanakan, satu hal yang bisa kita cerna disini yaitu pemerintah lagi kebanyakan uang. Dari sini seharusnya pemerintah tidak perlu bernafsu mempercepat hutang, lebih baik di alih fungsikan ke PLN yang sedang membutuhkan, toh yang selama ini pemerintah hanya bisa membayar bunga dari hutang Indonesia dan toh yang lebih menyakitkan lagi, hutang kita itu tidak bisa dilunnasi sampai tujuh keturunan kita kecuali menjual pulau-pulau ataupun menyatakan Indonesia tidak akan membayar hutng IMF ( Seperti Brazil ). Solusi bisa kita dapatkan, solusi lainnya adalah Bank Indonesia (BI) saat ini mempunyai dana nganggur sebesar 50 Triliun untuk BUMN, Walaupun PLN adalah perusahaan terbatas tetapi tetap dalam tanggung jawab menteri BUMN, sehingga dana nganggur itu bisa kita alihkan ke PLN. Solusi lainnya adalah PLN meminjam uang kepada departemen-departemen pemerintah yang lain, dan saya yakin untuk tahun depan PLN pasti bisa mengembalikannya lagi. Ataupun solusi terakhir, pemerintah melakukan pemotongan anggaran dari masing-masing departemen sehingga terkumpul 18 Triliun untuk disumbangkan ke anak emas nya yaitu PLN. Solusi yang sebenarnya bisa kita pikirkan oleh orang-orang awam, tidak harus para eknom-ekom yang PhD ataupun Profesor-profesor.
Tetapi sebenarnya itu hanya solusi terhadap satu permasalahan dari PLN yaitu tentang kenaikan anggaran. Ada masalah lain dari internal PLN mengenai ketidak efisienan dan ketidak efektifan kinerja PLN. Kita lihat masih belum transparannya PLN, tidak adanya alih teknolgi ke pembangkit yang lebih murah. Kasus nyata terjadi di medan, yaitu kasus pembuatan Pembangkit listrik tenaga gas alam di boring, malah membawa direktur PLN sebagai saksi dalam persidangan. Selain solusi-solusi yang diberikan di atas, seharus PLN juga harus membenahi ini, tidak afektif dan efisien juga PLN walau sudah merubah menggunakan gas alam ataupun batubara, tetap menggunakan manajemen yang sama.
Iya, dari itu semua ada satu hal yang bisa kita sepakati, Rakyat tidak boleh lagi menanggung dosa pemerintah dengan menaikkan TDL, masih banyak solusi lain yang lebih savety yang bisa dilakukan pemerintah, jangan asal ada masalah langsung dibebankan kepada rakyatnya. Sebuah kesalahan besar jika TDL dinaikkan, Listrik menghabiskan 30% dana dari produksi tetapi dampaknya bisa 78% terhadap produksinya ( asumsi yang diberikan ahli ekonom FE), bayangkan ketika TDL dinaik kan, perusahaan-perusahaan kesulitan bereproduksi, tingkat beli masyarakat bakal menurun drastic yang mengakibatkan PHK dimana-mana, perusahaan gulung tikar, akhirnya perekonomian menurun drastic. Dampak ini tidak hanya dialami perusahaan, melainkan semua aspek masyarakat, biaya rekening listrik rumah akan menaik, banyak lampu-lampu jalan dimalam hari dimatikan sehingga banyak terjadi kecelakaan dan kejahatan, ataupun yang mengena lagi UI yang paling membutuhkan listrik akan tutup karena tidak bisa membayar listrik. Bagaimana pendapat kamu???
Listrik adalah sebuah alat vital bagi suatu Negara pada zaman modern ini, tanpa listrik pada zaman ini maka kita akan mengalami keterbelakangan teknologi yang akan membawa kita ke zaman purb kala lagi. Listrik adalah konsumsi seluruh manusia, tidak hanya konsumsi orang-orang kaya saja tetapi kaum miskin memerlukannya, bayangkan jika dunia ini tidak ada listrik ! Iya itu adalah sebuah awalan pengertian yang berusaha menjelaskan bahwa listrik itu kebutuhan umat manusia. Dan hari ini, kita telah mendengar bahwa perusahaan listrik Negara (PLN) akan menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) sekitar 20% - 100% untuk industri. Ada apa sebenarnya?
Sungguh bertubi-tubi tamparan yang diberikan kepada rakyat Indonesia oleh presiden terpilihnya. Setelah menaikkan harga BBM dengan sadis nya tanpa melihat kondisi rakyatnya, dengan dalih kenaikan harga BBM juga PLN berencana menaikkan TDL. Satu hal yang kita catat, dampak kenaikan BBM masih terus bergulir dan sekarang sedang mengarah ke PLN. Kronologisnya setelah minggu lalu saya mendatangi DPR adalah pada tahun ini PLN menaikkan permintaan subsidi dari pemerintah sebesar 35 Triliun, namun yang disepakati oleh DPR hanyalah 15 Triliun dengn 2 triliun lagi cadangan, dan sisanya itulah yang 18 Triliun yang dipermasalahkan sehingga dengan alasan untuk menutupi yang 18 Triliun itu, PLN ingin rakyat yang menanggungnya, sebuah kekeliruan besar. Iya sebuah kekeliruan besar jika kita berlogika, alasan kenaikan anggaran karena PLN menangguh biaya lebih untuk tenaga pembangkitnya yang sampai saat ini menggunakan BBM yang di akibatkan kenaikan BBM oleh pemerintah, sebuah kekeliruan besar jika dampak dari suatu keputusan pemerintah harus dibebankan lagi kepada rakyat, seharusnya pemerintahlah yang menanggung semua dampak kenaikan BBM itu.
Respons terhadap kenaikan TDL pun langsung meluncur dari komunitas masyarakat tidak terkecuali Kadin ( kamar dagang Indonesia ) yang menolak mentah-mentah kenaikan TDL, karena setelah banyaknya perusahaan kecil menengah yang guling tikar akibat BBM maka akan banyak lagi perusahaan-perusahaan yang akan memecat karyawannya akibat kenaikan TDL,berdasarkan hitung-hitung dari ekonom Bung Iksan, Bakal terjadi kehancuran ekonomi jika pemerintah menaikkan TDL, jika pada kenaikan BBM menyebabkan kenaikan inflasi sebesar 0,8 %, maka kenaikan TDL bisa menaikkan inflasi sebesar 3%, sungguh keputusan yang salah jika sampai menaikkan TDL.
Bukan tanpa solusi,mari kita mencari solusi untuk PLN ini. Berdasarkan info dari detik.com, pemerintah sedang melakukan pemercepatan pembayaran hutang “ monster IMF” dari yang direncanakan, satu hal yang bisa kita cerna disini yaitu pemerintah lagi kebanyakan uang. Dari sini seharusnya pemerintah tidak perlu bernafsu mempercepat hutang, lebih baik di alih fungsikan ke PLN yang sedang membutuhkan, toh yang selama ini pemerintah hanya bisa membayar bunga dari hutang Indonesia dan toh yang lebih menyakitkan lagi, hutang kita itu tidak bisa dilunnasi sampai tujuh keturunan kita kecuali menjual pulau-pulau ataupun menyatakan Indonesia tidak akan membayar hutng IMF ( Seperti Brazil ). Solusi bisa kita dapatkan, solusi lainnya adalah Bank Indonesia (BI) saat ini mempunyai dana nganggur sebesar 50 Triliun untuk BUMN, Walaupun PLN adalah perusahaan terbatas tetapi tetap dalam tanggung jawab menteri BUMN, sehingga dana nganggur itu bisa kita alihkan ke PLN. Solusi lainnya adalah PLN meminjam uang kepada departemen-departemen pemerintah yang lain, dan saya yakin untuk tahun depan PLN pasti bisa mengembalikannya lagi. Ataupun solusi terakhir, pemerintah melakukan pemotongan anggaran dari masing-masing departemen sehingga terkumpul 18 Triliun untuk disumbangkan ke anak emas nya yaitu PLN. Solusi yang sebenarnya bisa kita pikirkan oleh orang-orang awam, tidak harus para eknom-ekom yang PhD ataupun Profesor-profesor.
Tetapi sebenarnya itu hanya solusi terhadap satu permasalahan dari PLN yaitu tentang kenaikan anggaran. Ada masalah lain dari internal PLN mengenai ketidak efisienan dan ketidak efektifan kinerja PLN. Kita lihat masih belum transparannya PLN, tidak adanya alih teknolgi ke pembangkit yang lebih murah. Kasus nyata terjadi di medan, yaitu kasus pembuatan Pembangkit listrik tenaga gas alam di boring, malah membawa direktur PLN sebagai saksi dalam persidangan. Selain solusi-solusi yang diberikan di atas, seharus PLN juga harus membenahi ini, tidak afektif dan efisien juga PLN walau sudah merubah menggunakan gas alam ataupun batubara, tetap menggunakan manajemen yang sama.
Iya, dari itu semua ada satu hal yang bisa kita sepakati, Rakyat tidak boleh lagi menanggung dosa pemerintah dengan menaikkan TDL, masih banyak solusi lain yang lebih savety yang bisa dilakukan pemerintah, jangan asal ada masalah langsung dibebankan kepada rakyatnya. Sebuah kesalahan besar jika TDL dinaikkan, Listrik menghabiskan 30% dana dari produksi tetapi dampaknya bisa 78% terhadap produksinya ( asumsi yang diberikan ahli ekonom FE), bayangkan ketika TDL dinaik kan, perusahaan-perusahaan kesulitan bereproduksi, tingkat beli masyarakat bakal menurun drastic yang mengakibatkan PHK dimana-mana, perusahaan gulung tikar, akhirnya perekonomian menurun drastic. Dampak ini tidak hanya dialami perusahaan, melainkan semua aspek masyarakat, biaya rekening listrik rumah akan menaik, banyak lampu-lampu jalan dimalam hari dimatikan sehingga banyak terjadi kecelakaan dan kejahatan, ataupun yang mengena lagi UI yang paling membutuhkan listrik akan tutup karena tidak bisa membayar listrik. Bagaimana pendapat kamu???
Aku Binatang Jalang
Aku sudah muak dengan ini semuanya....
Setiap hari penuh dengan teror yang tak tampak
Aku ingin bebas
Bebas bisa bernafas dengan sepuasnya
tanpa intervensi dari orang-orang gila
Aku memang sudah muak dengan ini semuanya...
Tidak ada persaudaraan antara kita
karena apa ???
Mereka tidak pernah tahu apa yang aku alami
Mereka tidak pernah tahu apa yang sedang aku hadapi
Atau mereka memang tidak peduli ???
Aku memang sudah muak dengan ini semuanya...
Mereka hanya memikirkan tujuan mereka saja
Tanpa tahu individu setiap orang
Mereka tidak tahu siapa sebenanya aku ini...
Iya.. aku adalah binatang jalang
Yang selalu melakukan dosa yang berulang terus
ADAKAH YANG MENGANGGAPKU BINATANG JALANG???
Setiap hari penuh dengan teror yang tak tampak
Aku ingin bebas
Bebas bisa bernafas dengan sepuasnya
tanpa intervensi dari orang-orang gila
Aku memang sudah muak dengan ini semuanya...
Tidak ada persaudaraan antara kita
karena apa ???
Mereka tidak pernah tahu apa yang aku alami
Mereka tidak pernah tahu apa yang sedang aku hadapi
Atau mereka memang tidak peduli ???
Aku memang sudah muak dengan ini semuanya...
Mereka hanya memikirkan tujuan mereka saja
Tanpa tahu individu setiap orang
Mereka tidak tahu siapa sebenanya aku ini...
Iya.. aku adalah binatang jalang
Yang selalu melakukan dosa yang berulang terus
ADAKAH YANG MENGANGGAPKU BINATANG JALANG???
Kamis, Januari 12, 2006
Nantikan 2007 "From Bandung To Mecca"
Halo semua penghuni maya...
Karena sudah lama gak pernah nulis-nulis lagi & kebetulan lagi liburan maka yudi mulai aktif lagi nih nulis-nulis di Blog lagi.Maaf yach yang sudah lama nunggu tulisan yudi..(hue..hue..emang ada yach)
Oh iya teman-teman, mohon do'a nya dan bantuannya yach. Setelah Kegagalan dalam membuat Novel "Aku Lulus SPMB" pada tahun 2002 lalu, Sekarang ini yudi sedang membuat novel terbaru, yang berjudul "From Bandung To Mecca".Do'ain yach..
Sebenarnya, baru jadi alur kasarnya aja sech.Jadi gambaran singkatnya begini:Cerita ini di ilhami setelah nonton Film perancis yang kalau gak salah berjudul "La grande..." aduh lupa dech nama filmnya. Di dalam novel yudi bercerita:
Ini terjadi pada tahun 1990,Ada seorang bapak tua yang tinggal di daerah pinggiran bandung (Cimahi) dan mempunyai 1 buah mobil tua & 1 orang anak perempuan. Karena keinginannya naik Haji tetapi tidak mempunyai biaya.Maka si bapak nekat bersama anak perempuannya untk pergi Haji menggunakan mobil tua nya itu.Tetapi dia naik Haji bukan naik pesawat, melainkan mereka pergi dari Bandung ke Mekah benar-benar by Mobil.jadi mereka bakal melewati banyak negara dan keragama. Nah disini lah serunya dan pengalaman hidup mereka. Bakal ada benturan-benturan dan konflik-konflik diantara mereka. Cerita komplitnya, tunggu aja yach..Makanya DO'A in yach...
Tetapi sampai disini,yudi masih ada masalah ini.Pertama, Yang bagusnya negara-negara yang dilewati oleh mereka apa aja yach, soalnya yudi masih bingung banget jalur nya.terus,kalau sudah tahu melewati negara tertentu, yudi harus tahu juga karakteristik warga tersebut, karena ini berhubungan dengan konflik-konflik yang akan ditampilkan.Yang Kedua, Seni menulis yudi masih buruk banget (Makanya,novel pertama yudi GAGAL keluar), jadi takut gak sukses juga neh novel kedua yudi, soalnya yudi selama ini belajarnya otodidak doank.
Tapi,yudi mengharapkan sekali ada yang bisa bantu dan memberikan saran-saran dan ide-ide untuk perkembangan novel yudi ini.
So' pada do'ain yudi.Insya 4JJI awal 2007 bakal muncul, kelamaan sih, namanya juga sambilan.Okeh..
Ayoo YUDI...GANBATTE KUDASAI..
Karena sudah lama gak pernah nulis-nulis lagi & kebetulan lagi liburan maka yudi mulai aktif lagi nih nulis-nulis di Blog lagi.Maaf yach yang sudah lama nunggu tulisan yudi..(hue..hue..emang ada yach)
Oh iya teman-teman, mohon do'a nya dan bantuannya yach. Setelah Kegagalan dalam membuat Novel "Aku Lulus SPMB" pada tahun 2002 lalu, Sekarang ini yudi sedang membuat novel terbaru, yang berjudul "From Bandung To Mecca".Do'ain yach..
Sebenarnya, baru jadi alur kasarnya aja sech.Jadi gambaran singkatnya begini:Cerita ini di ilhami setelah nonton Film perancis yang kalau gak salah berjudul "La grande..." aduh lupa dech nama filmnya. Di dalam novel yudi bercerita:
Ini terjadi pada tahun 1990,Ada seorang bapak tua yang tinggal di daerah pinggiran bandung (Cimahi) dan mempunyai 1 buah mobil tua & 1 orang anak perempuan. Karena keinginannya naik Haji tetapi tidak mempunyai biaya.Maka si bapak nekat bersama anak perempuannya untk pergi Haji menggunakan mobil tua nya itu.Tetapi dia naik Haji bukan naik pesawat, melainkan mereka pergi dari Bandung ke Mekah benar-benar by Mobil.jadi mereka bakal melewati banyak negara dan keragama. Nah disini lah serunya dan pengalaman hidup mereka. Bakal ada benturan-benturan dan konflik-konflik diantara mereka. Cerita komplitnya, tunggu aja yach..Makanya DO'A in yach...
Tetapi sampai disini,yudi masih ada masalah ini.Pertama, Yang bagusnya negara-negara yang dilewati oleh mereka apa aja yach, soalnya yudi masih bingung banget jalur nya.terus,kalau sudah tahu melewati negara tertentu, yudi harus tahu juga karakteristik warga tersebut, karena ini berhubungan dengan konflik-konflik yang akan ditampilkan.Yang Kedua, Seni menulis yudi masih buruk banget (Makanya,novel pertama yudi GAGAL keluar), jadi takut gak sukses juga neh novel kedua yudi, soalnya yudi selama ini belajarnya otodidak doank.
Tapi,yudi mengharapkan sekali ada yang bisa bantu dan memberikan saran-saran dan ide-ide untuk perkembangan novel yudi ini.
So' pada do'ain yudi.Insya 4JJI awal 2007 bakal muncul, kelamaan sih, namanya juga sambilan.Okeh..
Ayoo YUDI...GANBATTE KUDASAI..
I'M BACK
Assalamu'alikum Semuanya...
Yoyoyo....Setelah melewati proses pemikiran yang lama dan melihat blog-blog teman yang lain, jadinya Saya membuat kesimpulan...SAYA KEMBALI...(hue...hue..kaya apa aja)
Ayooo, rame-rame ini blog yudi lagi yach...
Yoyoyo....Setelah melewati proses pemikiran yang lama dan melihat blog-blog teman yang lain, jadinya Saya membuat kesimpulan...SAYA KEMBALI...(hue...hue..kaya apa aja)
Ayooo, rame-rame ini blog yudi lagi yach...
Selasa, Juli 05, 2005
MABA FASILKOM 2005 gagal masuk karena UANG..
Dalam otak saya, saya masih ingat tulisan dari Humas UI,Mas Arie
(Dir.MaHaLum Ui)& surat Cinta Rektor yang di publish di beberapa media 1
tahun lalu ketika Penerimaan Mahasiswa Baru UI.
Bahwasanya.."UI menjamin tidak akan ada Mahasiswa Baru yang tidak jadi masuk
UI karena masalah Uang atau Finansial...".
Namun,perkataan tersebut ternyata berbeda di lapangan saat ini.Salah
seorang Mahasiswa Baru Fasilkom UI 2005 melalui program PEDATI (
Pengembangan SDM Daerah Bid.teknologi Informasi) asal SMU 1 Lhoksumawe, Aech,
yang bernama Agustin Rizkiana Irfan GAGAL / Mengurungkan niat masuk Fasilkom
karena di tagih oleh PemKotnya 35 Juta untuk masuk Fasilkom.
Sungguh sangat berbeda dengan perkataan Rektor 1 tahun lalu, bayangkan
seorang yang mungkin berpotensi besar yang berasal dari daerah Musibah
Bencana gagal masuk Fasilkom.
berdasarkan informasi yang di dapatkan dari teman sekelasnya yang juga
masuk Fasilkom melalui PEDATI, Agustin gagal tidak jadi masuk Fasilkom
karena keluarganya tidak mampu membayar 35 juta ke PemKot, Padahal
menurutnya sudah ada perjanjian yang antara PemKot & pihak sekolahnya,
bahwa seluruh biaya kuliah Agsutin akan di tanggung oleh PemKot
Lhoksumawe. Info ini sama seperti yang saya dapatkan ketika bertanya ke
salah seorang sepupu dari Agustin yang kuliah di UI angkatan 2001.sepupu
agustin mengatakan PemKot Lhoksumawe tidak memenuhi janjinya untuk
membiayai kuliah program PEDATI.
Di Lihat seperti ini,menurut saya ternyata benar, seleksi masuk UI itu bukan
hanya karena seleksi intelektualitas melainkan seleksi Finansial, dan
yang akhir2 hanya orang-orang yang berduit yang bisa masuk UI. Sungguh
sedih saya melihat kondisi ini.Apakah ini karena dampak dari UI menjadi
BHMN, gimana jadi nya kalau UI jadi BHP,wah tambah mahal kali yach.
Ketika masalah tadi di konfrontir dengan salah seorang staf
Fasilkom.Ternyata secara resmi,Fasilkom UI tidak bisa mencampuri urusan
antara PemKot Lhoksumawe dan Agustin, karena Fasilkom UI hanya
mendapatkan nama-nama & atribut-atributnya dari PemKot tersebut.Ketika
di tanya kembali, sebenarnya Agustin bisa dateng ke Depok untuk
mendaftar tanpa bayar selama ada kepastian dari PemKot Lhoksumawe untuk
pembiayaan tersebut. Namun sepertinya informasi ini tidak sampai ke
Agustin atau ke PemKot Lhoksumawe.
Melalui tulisan ini,saya tidak ingin menyalahkan pihak Fasilkom UI.
Tetapi, adalah suatu kerugian besar bagi kita telah kehilangan satu orang yang
mungkin berpotensi besar untuk Fasilkom dan daerahnya ke depannya.
kalaupun saya boleh memberikan usulan,tolong ingat kembali perkataan
surat cinta dari rekor yang di sebar hampir keseluruh daerah.Seleksi
masuk UI bukanlah seleksi Finansial, melainkan seleksi Intelektualitas.
Dari situ,mungkin pihak Fasilkom bisa mencoba menghubungi pihak PemKot &
Agustin tentang informasi itu,atau mungkin diberikan keringanan
terhadap PemKotnya yang saya tahu habis terkena bencana besar.Saya yakin
Fasilkom UI seleksinya hanya satu yaitu seleksi Intelektualitas.
=========
Tulisan ini di copy ketika saya menulisnya melalui forum di Fasilkom.
(Dir.MaHaLum Ui)& surat Cinta Rektor yang di publish di beberapa media 1
tahun lalu ketika Penerimaan Mahasiswa Baru UI.
Bahwasanya.."UI menjamin tidak akan ada Mahasiswa Baru yang tidak jadi masuk
UI karena masalah Uang atau Finansial...".
Namun,perkataan tersebut ternyata berbeda di lapangan saat ini.Salah
seorang Mahasiswa Baru Fasilkom UI 2005 melalui program PEDATI (
Pengembangan SDM Daerah Bid.teknologi Informasi) asal SMU 1 Lhoksumawe, Aech,
yang bernama Agustin Rizkiana Irfan GAGAL / Mengurungkan niat masuk Fasilkom
karena di tagih oleh PemKotnya 35 Juta untuk masuk Fasilkom.
Sungguh sangat berbeda dengan perkataan Rektor 1 tahun lalu, bayangkan
seorang yang mungkin berpotensi besar yang berasal dari daerah Musibah
Bencana gagal masuk Fasilkom.
berdasarkan informasi yang di dapatkan dari teman sekelasnya yang juga
masuk Fasilkom melalui PEDATI, Agustin gagal tidak jadi masuk Fasilkom
karena keluarganya tidak mampu membayar 35 juta ke PemKot, Padahal
menurutnya sudah ada perjanjian yang antara PemKot & pihak sekolahnya,
bahwa seluruh biaya kuliah Agsutin akan di tanggung oleh PemKot
Lhoksumawe. Info ini sama seperti yang saya dapatkan ketika bertanya ke
salah seorang sepupu dari Agustin yang kuliah di UI angkatan 2001.sepupu
agustin mengatakan PemKot Lhoksumawe tidak memenuhi janjinya untuk
membiayai kuliah program PEDATI.
Di Lihat seperti ini,menurut saya ternyata benar, seleksi masuk UI itu bukan
hanya karena seleksi intelektualitas melainkan seleksi Finansial, dan
yang akhir2 hanya orang-orang yang berduit yang bisa masuk UI. Sungguh
sedih saya melihat kondisi ini.Apakah ini karena dampak dari UI menjadi
BHMN, gimana jadi nya kalau UI jadi BHP,wah tambah mahal kali yach.
Ketika masalah tadi di konfrontir dengan salah seorang staf
Fasilkom.Ternyata secara resmi,Fasilkom UI tidak bisa mencampuri urusan
antara PemKot Lhoksumawe dan Agustin, karena Fasilkom UI hanya
mendapatkan nama-nama & atribut-atributnya dari PemKot tersebut.Ketika
di tanya kembali, sebenarnya Agustin bisa dateng ke Depok untuk
mendaftar tanpa bayar selama ada kepastian dari PemKot Lhoksumawe untuk
pembiayaan tersebut. Namun sepertinya informasi ini tidak sampai ke
Agustin atau ke PemKot Lhoksumawe.
Melalui tulisan ini,saya tidak ingin menyalahkan pihak Fasilkom UI.
Tetapi, adalah suatu kerugian besar bagi kita telah kehilangan satu orang yang
mungkin berpotensi besar untuk Fasilkom dan daerahnya ke depannya.
kalaupun saya boleh memberikan usulan,tolong ingat kembali perkataan
surat cinta dari rekor yang di sebar hampir keseluruh daerah.Seleksi
masuk UI bukanlah seleksi Finansial, melainkan seleksi Intelektualitas.
Dari situ,mungkin pihak Fasilkom bisa mencoba menghubungi pihak PemKot &
Agustin tentang informasi itu,atau mungkin diberikan keringanan
terhadap PemKotnya yang saya tahu habis terkena bencana besar.Saya yakin
Fasilkom UI seleksinya hanya satu yaitu seleksi Intelektualitas.
=========
Tulisan ini di copy ketika saya menulisnya melalui forum di Fasilkom.
Senin, Juli 04, 2005
Dokumentasi Pemakaman Ust.Rahmat
Bagi sahabat-sahanat yang tidak ikut prosesi pemakaman guru kita Ust.Rahmat.
Bisa di lihat dokumetasinya di homepage ku di :
klik ini aja
Silhkan di download...
Semoga bermanfaat....
Bisa di lihat dokumetasinya di homepage ku di :
klik ini aja
Silhkan di download...
Semoga bermanfaat....
Kasih Sayang Ibu
Siang itu, aku berada dalam bis ekonomi jurusan Bekasi - Bogor yang sesak oleh penumpang. Bau keringat menusuk hidung, bercampur cuaca panas dan kepulan asap rokok disana-sini. Meski aku berdiri dekat ventilasi udara, tetap saja tak bisa mengurangi rasa gerah. Panas sekali.
Namun di ujung sana, di atas kap mesin bis yang kutumpangi, seorang ibu menarik perhatianku. Sepertinya ia tidak memedulikan panas ruangan di sekitarnya. Dengan tenang digendongnya sang anak yang masih balita. Sambil menyusui anaknya lewat botol susu, sesekali ia mengajak sang anak bergurau dan bercanda. Walaupun mungkin anak seusianya belum mampu merespon senda-gurau itu.
Melihat pemandangan itu, sejenak pikiran ini menerawang jauh, Subhanallah, begitu dahsyatnya kasih sayang orang tua kepada anaknya. Terutama kasih sayang seorang ibu.
***
Setiap kita tak akan bisa menghitung, berapa banyak kesusahan yang telah kita timpakan kepada orang tua- dari mulai kita berada dalam kandungan sampai saat ini. Sembilan bulan kita berada dalam rahim ibu, dibawa-dirawatnya janin kita yang tak berdaya itu dimanapun ia berada. Tak ada kata istirahat buat Ibu. Saat tidurnyapun kita ini masih begitu menyusahkan. Jangankan tengkurap, tidur telentang saja dirasakan ibu begitu berat.
Ketika detik-detik kelahiran kian dekat, perjuangan Ibupun semakin berat- dihadapkan pada dua pilihan antara hidup atau mati. Bersimbah peluh, berlumur darah untuk melahirkan anak kesayangan yang telah lama dinanti-nantikan.
Setelah kita lahir, kesusahan yang kita timpakan kepada duanya semakin bertambah pula. Kita minum air susunya kapanpun kita mau. Ditengah kerewelan kita, segala macam kebutuhan dan keinginan kita dengan sabar dilayaninya. Waktu istirahat Ibupun sering kita "rampas." Siang hari kita enak tidur, namun malam hari, saat Ibu atau Bapak membutuhkan istirahat, tangisan kita malah santer membuat mereka terjaga dan sulit terlelap kembali.
Lalu apakah kesusahan yang kita timpakan kepada ibu selesai sampai di situ ? Tentu tidak. Justru semakin bertambah usia kita semakin bertambah pula kesulitan yang ditanggungkan Ibu. Saat sekolah, misalnya, tak jarang kita yang menjalani ujian, namun justru ibu kita yang lebih banyak berdoa dan lebih khawatir. Takut tidak bisa-lah, takut tidak lulus-lah, dan kecemasan lain, yang kita sendiri kurang peduli.
Setelah kita bekerja atau berkeluarga, berkurangkah kasih sayang mereka ? Tidak sama sekali. Biarpun diri kita telah dianggap mandiri, tetap saja Ibu mengkhawatirkan keadaan kita. Seperti saat kita sakit misalnya.
***
Setelah kita berkeluarga, kasih sayang Ibu tetap tak berujung. Walaupun secara kasat tampaknya lebih banyak dicurahkan kepada sang cucu, Toh, tetap saja itu termasuk salah satu wujud kasih sayangnya kepada kita.
Maka, jika keduanya masih ada, bersikap santunlah kepada ibu dan bapak. Berbuatlah yang terbaik bagi mereka. Simak Firman Allah SWT dalam Al Qur'an surat Al 'Isra, ayat 23 : "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia. Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan perkataan "ah", dan janganlah kamu membentak mereka. Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."
Andaikan orang tua kita telah dipanggil Allah SWT, doakanlah mereka. Karena beliau begitu merindukan doa-doa kita. Semoga saja kita tergolong sebagi anak-anak yang shaleh. Aamiin.
Kamis, Juni 23, 2005
TERIMA KASIH
Alhamdulillah....
Akhirnya kepenatan selama 3 minggu ini berakhir sudah.
Ujian Akhir Semester akhirnya selesai sudah walau harus babak belur selama ini.
Ya 4JJI Engkau maha besar! Sungguh besar sekali nikmat Mu! Terima Kasih ya 4JJI kau telah membantu dalam menghadapi UAS ini,Engkau yang menemani aku di sepinya malam ketika aku belajar.
Teruntuk teman-teman ku semua, Terima kasih banyak atas doa-doanya yang telah teman-teman berikan untuk saya. Semoga 4JJI akan membalasnya.
Wah,pokoknya sekarang sudah agak legaan dech. Waktu dulu selama 3 minggu benar-benar jadi SO trus pulang siang terus.HUe..Hue...
Tapi sekarang mau ngapain yach??? Sebenarnya masih banyak kerjaan, besok ada Demo JarKom terus rapat Banglades di Ragunan, dll.
Semoga aja liburan ini benar-benar dapat dimanfaatkan.
My Planning : Jumat->Demo Jarkom,Sabtu->Ke Ragunan,->Minggu->reuni MA ITB&Nikahan Teh Yentri,Senin-Rabu-> Jalan-jalan BEM,Rabu->Jalan-jalan Angkatan.
BTW, terima kasih semuanya yang telah membantu saya baik moral maupun spirit selama UAS saya ini.
I Love You All Cause 4JJI...
Akhirnya kepenatan selama 3 minggu ini berakhir sudah.
Ujian Akhir Semester akhirnya selesai sudah walau harus babak belur selama ini.
Ya 4JJI Engkau maha besar! Sungguh besar sekali nikmat Mu! Terima Kasih ya 4JJI kau telah membantu dalam menghadapi UAS ini,Engkau yang menemani aku di sepinya malam ketika aku belajar.
Teruntuk teman-teman ku semua, Terima kasih banyak atas doa-doanya yang telah teman-teman berikan untuk saya. Semoga 4JJI akan membalasnya.
Wah,pokoknya sekarang sudah agak legaan dech. Waktu dulu selama 3 minggu benar-benar jadi SO trus pulang siang terus.HUe..Hue...
Tapi sekarang mau ngapain yach??? Sebenarnya masih banyak kerjaan, besok ada Demo JarKom terus rapat Banglades di Ragunan, dll.
Semoga aja liburan ini benar-benar dapat dimanfaatkan.
My Planning : Jumat->Demo Jarkom,Sabtu->Ke Ragunan,->Minggu->reuni MA ITB&Nikahan Teh Yentri,Senin-Rabu-> Jalan-jalan BEM,Rabu->Jalan-jalan Angkatan.
BTW, terima kasih semuanya yang telah membantu saya baik moral maupun spirit selama UAS saya ini.
I Love You All Cause 4JJI...
KISAH POHON APEL
Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan
anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon
apel itu setiap hari.
Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan
buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang
daun-daunnya.
Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu.
Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil
itu.
Waktu terus berlalu.
Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak
lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap
harinya.
Suatu hari ia mendatangi pohon apel.
Wajahnya tampak sedih.
"Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta
pohon apel itu.
"Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon
lagi," jawab anak lelaki itu.
"A! ku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak
punya uang untuk membelinya."
Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak
punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah
apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang
untuk membeli mainan kegemaranmu."
Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua
buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh
suka cita.
Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang
lagi. Pohon apel itu kembali sedih.
Suatu hari anak lelaki itu datang lagi.
Pohon apel sangat senang melihatnya datang.
"Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel.
"Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu.
"Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami
membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau
menolongku?"
"Duh, maaf a! ku pun tak memiliki rumah. Tapi kau
boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun
rumahmu," kata pohon apel.
Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan
ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.
Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak
lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah
kembali lagi.
Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.
Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi.
Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.
"Ayo bermain-main lagi deganku," kata pohon apel.
"Aku sedih," kata anak lelaki itu.
"Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin
pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku
sebuah kapal untuk pesiar?"
"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh
memotong batang tub! uhku dan menggunakannya untuk
membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan
bersenang-senanglah."
Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel
itu dan membuat kapal yang diidamkannya.
Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang
menemui pohon apel itu.
Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah
bertahun-tahun kemudian.
"Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak
memiliki buah apel lagi untukmu."
"Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk
mengigit buah apelmu,"
jawab anak lelaki itu.
"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa
kau panjat," kata pohon apel.
"Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab
anak lelaki itu.
"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa
aku berikan padamu.
Yang tersisa hanyalah
akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata
pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata
anak lelaki.
"Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat.
Aku sangat lelah setelah sekian lama
meninggalkanmu."
"Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon
tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan
beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan
akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar
pohon.
Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil
meneteskan air matanya.
Ini adalah cerita tentang kita semua.
Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan
ayah ! dan ibu kita.
Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka,
dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau
dalam kesulitan.
Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada
di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka
berikan untuk membuat kita bahagia.
Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah
bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi
begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.
Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita.
Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita
mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup
yang telah dan akan diberikannya pada kita.
Teruntuk Mama Dan Bapak, Maafkan anak mu ini yang lebih banyak menuntut dibandingkan berbakti kepada kalia. Maaf yach....
Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan
anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon
apel itu setiap hari.
Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan
buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang
daun-daunnya.
Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu.
Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil
itu.
Waktu terus berlalu.
Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak
lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap
harinya.
Suatu hari ia mendatangi pohon apel.
Wajahnya tampak sedih.
"Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta
pohon apel itu.
"Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon
lagi," jawab anak lelaki itu.
"A! ku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak
punya uang untuk membelinya."
Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak
punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah
apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang
untuk membeli mainan kegemaranmu."
Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua
buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh
suka cita.
Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang
lagi. Pohon apel itu kembali sedih.
Suatu hari anak lelaki itu datang lagi.
Pohon apel sangat senang melihatnya datang.
"Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel.
"Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu.
"Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami
membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau
menolongku?"
"Duh, maaf a! ku pun tak memiliki rumah. Tapi kau
boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun
rumahmu," kata pohon apel.
Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan
ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.
Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak
lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah
kembali lagi.
Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.
Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi.
Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.
"Ayo bermain-main lagi deganku," kata pohon apel.
"Aku sedih," kata anak lelaki itu.
"Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin
pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku
sebuah kapal untuk pesiar?"
"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh
memotong batang tub! uhku dan menggunakannya untuk
membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan
bersenang-senanglah."
Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel
itu dan membuat kapal yang diidamkannya.
Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang
menemui pohon apel itu.
Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah
bertahun-tahun kemudian.
"Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak
memiliki buah apel lagi untukmu."
"Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk
mengigit buah apelmu,"
jawab anak lelaki itu.
"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa
kau panjat," kata pohon apel.
"Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab
anak lelaki itu.
"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa
aku berikan padamu.
Yang tersisa hanyalah
akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata
pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata
anak lelaki.
"Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat.
Aku sangat lelah setelah sekian lama
meninggalkanmu."
"Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon
tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan
beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan
akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar
pohon.
Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil
meneteskan air matanya.
Ini adalah cerita tentang kita semua.
Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan
ayah ! dan ibu kita.
Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka,
dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau
dalam kesulitan.
Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada
di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka
berikan untuk membuat kita bahagia.
Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah
bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi
begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.
Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita.
Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita
mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup
yang telah dan akan diberikannya pada kita.
Teruntuk Mama Dan Bapak, Maafkan anak mu ini yang lebih banyak menuntut dibandingkan berbakti kepada kalia. Maaf yach....
Langganan:
Postingan (Atom)
